Free Download Majalah Animasi Indonesia
  HOME HISTORY MAGAZINE DOWNLOAD
         
EDUCATION
SMK Visi Media Indonesia
Embrio Calon

Sebuah SMK yang fokus pada bidang keahlian broadcast dan animasi, justru lahir di Ungaran. Konsepnya, one stop education belajar sembari berlatih dan mempersiapkan diri pekerjaan.

Sekolah Menengah Kejuruan yang mendalami audio visual memang kian menjamur saja. Namun, sebuah SMK yand dari awal kelahirannya menawarkan bidang keahlian broadcasting dan animasi, baru pertama kali ditawarkan SMK Visi Media Indonesia (VMI) di Ungaran.
Dengan menempel tagline "Educate, Inspire and Transform Students To Impact Media World," sekolah yang dirintis Dreamlight World Media ini siap melatih tenaga-tenaga siap latih mulai dari sini.
"Sekolah ini merupakan perpaduan

Sineas Masa Depan

antara idealisme dan tantangan dunia audio visual kie depan. Kami merintisnya baru beberapa tahun ini, dan masa depannya luar biasa," tuturnya saat ditemui di kompleks rumah produksinya yang luar di Jl. Ki Sarino Mangunpranoto 18, Ungaran.
Kompleks itu terasa asri, berada persisi di bawah perbukitan kecil di kawasan Ungaran. Kampus SMK VMI menyatu dengan rumah produksi yang kini telah memproduksi TV program lebiha dari 2500 jam tayang tersebut.
"Nantinya, siswa terdidik langsung melakukan latihan pembuatan sejumlah TV program. Mereka akan dipersiapkan untuk menjadi tenaga siap kerja di divisi produksi Dreamlight," kata Eko lagi.

Tertib
Sekalipun awal sekolah ini menerapkan ilmu-ilmu yang menjurus pada multimedia dan produksi, SMK VMI tetap sebagaimana SMK umum lainnya. Mereka harus mengikuti kurikulum yang ditetapkan Depdikbud, termasuk visi kebangsaan dan kenegaraan. Para perintis sekolah ini tidak ingin SMK VMI menjadi sekolah aneh dan tidak tertib.
"Penerapan upacar bendera pun kami lakukan, termasuk juga olahrag dan lain-lain," kata seorang tenaga pengajar.
Mula-mula, ketika dibuka pendaftaran pada awal dibuka, sekolah ini hanya bisa mengajari sekotar 30-an siswa . Namun pada perkembangan berikutnya, bahwa dari luar kota pun sudah mulai tertarik menjadi siswa di sekolah tersebut.

"Pink Spider"
Masuk 10 Besar Festival Film Solo 2012-05-06

Mereka menempati kampus yang menyatu dengan studio produksi.

Sebagian dari guru pembimbing mereka adalah orang-orang yang kesehariannya menangani dunia broadcast dan animasi. Tidak heran jika salah satu dari siswa mereka, Galih Kusumo, masuk dalam 10 besar Film Terbaik di Festival Film Solo 2012. Film animasinya berjudul Pink Spider yang berdurasi 03.33 menit menarik hati para kurator film ajang festival tersebut.
Proses seleksi oleh tiga kurator Festival Film Solo yang terdiri dari Adrian Jonathan Pasaribu, Ronny P. Tjandra dan Ayu Mitha Radila yang dilaksanakan pada tanggal 2-4 April, telah memutuskan sebanyak 10 film fiksi-pendek Indonesia untuk Kategori Gayaman Award yang memiliki hak untuk masuk dalam Pemutaran Reguler Festival Film Solo 2012, dan untuk diseleksi kembali sebanyak empat film sebagai Nominasi Peraih Gayaman Award 2012. Daftar film nominasi akan diumumkan pada 22 April. Salah satunya adalah Pink Spider.

  Trend
  History
  Production House
  Focus
  TV Program
  Rating
  Book
  Tekno
  Serial
  Mini News
  Education
  Classic
  Movie