Free Download Majalah Animasi Indonesia
  HOME HISTORY MAGAZINE DOWNLOAD
         
PRODUCTION HOUSE
Pixar Production
Yang Dewasa pun Mengagumi

Sebut nama Pixar, dan ingatan semua orang akan tertuju pada film-film animasi keluaran studio Walt Disney yang berkualitas tinggi baik dalam teknik animasinya maupun dalam muatan ceritanya.

Film-film itu diperuntukkan bagi keluarga aslinya untuk tontonan anak-anak, namun bisa pula disaksiak oleh orang dewasa.
Ambil contoh seperti Finding Nemo (2003). Petualangan si ikan Marlin dalam mencari anaknya yang hilang, Nemo, sesungguhnya adalah tontonan buat anak kecil. Tak ada orang dewasa yang dengan begitu saja mau menyaksikan cerita fabel (dongeng binatang). Namun kita tak akan menemukan kejanggalan saat ikut duduk bersama anak-anak menyaksikannya. Pesan moral di Finding Nemo dalah pesan untuk segala usia.

Dalam Cars (2004), kita menonton mobil-mobil yang bisa bicara dan bertingkah laku ala hewan dalam cerita fabel. Muncul Lightning McQueen bernomor 95 yang arogan dan bermulut besar namun kemudian bertranformasi menjadi rendah hati setelah bertemu banyak teman baru yang unik.
Universalitas. Itu kata kunci yang dipakai John Lasseter, Brad Bird, dan kawan-kawan mereka dari Pixar. Mereka memproduksi sesuatu yang memang dutujukan bagi satu kalangan tertentu, namun sekaligus bisa dinikmati kalangan apapun. Dan tak ada yang bisa seperti itu.
Bahkan film-film animasi asli dari Disney pun tidak. Film-film klasik seperti Little Mermaid, Snow White, Bambi, atau yang lebih baru semacam Beauty and The Beast dan Aladdin adalah murni film anak-anak. Orang dewasa hanya sekedar mendampingi, namun tak ikut terlibat ke dalam pengalaman menonton. "Kultur" ini baru bisa berubah pasca-kedatangan Pixar.

Sistem Komputer
Berdiri sejak 1979 dengan nama Graphics Goup, Pixar awalnya adalah satu divisi dari pabrik film besar milii kraator serial Star Wars George Lucas, Lucasfilm. Dikepalai Dr. Ed Catmull dari Institut Teknologo New york (NYIT), proyek-proyek awal Graphics Groups adalah mengembangkan teknik-teknik CG (computer graphics) untuk keperluan film-film produksi Lucasfilm.
Mulai tahun 1982, mereka mengerjakan sekuen-sekuen animasi film-film tertentu bersama Industrial Light & Magic, seperti dalam Star Wars II : The Wrath of Khan dan juga dalam Young Sherlock Holmes. Empat tahun kemudian, Graphics Group dibeli oleh pendiri Apple, Steve Jobs, seharga $ 5 miliar (Rp 47 triliun dengan kusr sekarang). Ia juga menyuntikkan $ 5 miliar sebagai modal awal.
Sejak saat itu, bisnis Pixar adalah menjual sistem komputer yang bernama Pixar Image Computer kepada agensi-agensi pemerintah AS dan juga komunitas-komunitas medik. Salah satu pembeli sistem ini adalah studio Walt Disney, yang pada peralihan era 1980-an menuju 1990-an sedang gencar menggiatkan riset-riset ilmiah untuk mulai menggantikan sistem animasi gambar tradisional 2-D (kartun) menjadi teknik animasi berbasis komputer.
Sayang penjualan Image Computer tak berjalan baik. Pixar kemudian merekrut animator John Lasseter mengepalai divisi animasinya. Tugasnya memproduksi sampel-sampel film animasi yang bisa dibuat menggunakan mesin Image Computer sebagai salah satu cara pemasarannya. Hasil kerja Lasseter adalah film-film animasi pendek untuk siaran iklan, dan klien-klienny termasuk brand besar macam Listerine, Tropicana, serta untuk film Teminator 2: The Judgement Day.
Bulan April 1990, Jobs menjual divisi hardware Pixar kepada Vicom Systems. Setahun kemudian, divisi yang masih ada, yaitu animasi, menekan perjanjian senilai $ 26 miliar (Rp 274 triliun) dengan Disney untruk memproduksi tiga judul film animasi. Deal itu terlaksana tahun 1995 dengan peluncuran film animasi panjang pertama keluaran Pixar, yaitu Toy Story.
Di luar dugaan, Toy Story sukses besar dan mampu meraup keuntungan senilai $ 350 juta (Rp 3.3 triliun) di seluruh dunia. Maka sejarah pun tercipta. Sebanyak 12 film diproduksi dari hasil kerja sama Pixar & Disney hingga kemudian Disney membeli Pixar pada tahun 2006 seharga $ 7.4 miliar (Rp 70.3 triliun) dengan produk teranyarnya berupa film Cars 2 tahun lalu.
Kunci sukses Pixar adalah kreativitas, yaitu ketika semua personel dibiarkan memiliki visi masing-masing dan tak dibatasi oleh berbagai aturan ketat. Maka hasilnya adalah keberhasilan pencapaian estetika (kualitas cerita dan teknik bertutur).


  Trend
  History
  Production House
  Focus
  TV Program
  Rating
  Book
  Tekno
  Serial
  Mini News
  Education
  Classic
  Movie