Free Download Majalah Animasi Indonesia
  HOME HISTORY MAGAZINE DOWNLOAD
         
FOCUS
Rp 5 Miliar untuk "Dufan the Defender"

Berteknologi "High Definition"

"Dufan the Defender", disebut-sebut sebagai film animasi televisi pertama karya Indonesia. Elaborasi antara PT Pembangunan Jaya, Dreamlight World Media dan Sony Music Indonesia.

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bekerjasama dengan Dreamlight World Media dan Sony Music Entertainment Indonesia membuat film animasi high definition (HD) untuk layar televisi pertama di Indonesia. Film ini diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan film animasi di tanah air.
Film yang berjudul Dufan Defender ini mengangkat tema tentang karakter-karakter binatang langka yang ada di Indonesia. Dufan dan kawan-kawan yang terbentuk dalam kelompok pelindung bumi,

The Earth Defender, melawan penjahat-penjahat yang ingin merusak sumber daya yang ada di bumi yaitu The Destroyer.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi menjelaskan film ini membawa pesan keberanian, ketangguhan dan kepedulian. Sekaligus diharapkan bisa menjadi tuntunan bagi anak-anak Indonesia.
"Film ini adalah animasi HD pertama karya anak bangsa dan harapannya bisa dinikmati tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara lain," kata Budi selepas peluncuran film Dufan Defender di Atrium EX Jakarta, Jumat, 9 Maret lalu.
Awalnya, ide membuat film ini sudah ada sejak dua tahun lalu. Dalam pikirannya terlintas bagaimana menonjolkan semua karakter di Dufan, tidak hanya bisa dinikmati di Jakarta saja, tapi bisa di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Kemudian muncul ide untuk membuat model bisnis yang secara gampang mudah diekspor. Salah satunya dengan membuat film animasi berteknologo HD. Jika Pembangunan Jaya Ancol ingin membuat wahana serupa di kota lain atau negara lain, maka akan memerlukan investasi yang cukup besar dan waktu yang lama.

Elaborasi PH dan Label Musik

Untuk memudahkan proses pembuatan film yang berskala internasional, pihak PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selaku pemegang merek wahana Ancol dan Dufan menggandeng studio film Dreamlight World Media dan Sony Music Entertainment Indonesia.
Sony Music Entertainment Indonesia menjadi distributor film ini ke mancanegara sekaligus menyertakan Xo-IX sebagai pembuat lagu sound Track "Dufan Defender"
President Director Dreamlight Worl Media, Eko Nugroho menjelaskan film ini dibuat oleh sekitar 60 animator di dua lokasi studio yaitu di Jakarta dan Ungaran, Jawa Tengah. Pembuatan film itu memakan waktu sekitar enam bulan. "Sementara biaya produksi filmnya mencapai Rp 5 Miliar," kata Eko.
Film ini terkesan mahal, karena selain menggunakan teknologo HD, film ini juga memakai skoring musik orkestra. Pihak Dreamlight World Media mengklaim idealnya musik orkestra hanya dipakai untuk film layar lebar.
"Tapi di film ini sudah memakai skoring musik orkestra. Bahkan satu-satunya film animasi di Asia Tenggara yang memakai orkestra," jelasnya.

Ekspor ke Vietnam

Dalam proses pengerjaan film, Dufan Defender ini sejak awal memang dibuat dalam versi bahasa Inggris. Pasalnya, kata Eko, film ini memang akan ditujukan untuk pasar luar negeri.
Salah satu tujuan ekspor film animasi tersebut adalah Vietnam. Di negara tersebut, sebuah stasiun televisi sudah siap menayangkan 26 episode Dufan Defender.
Di Indonesia sendiri, film ini dapat disaksikan mulai 18 Maret 2012 di Indosiar setiap Minggu pukul 07.30 wib.
Film yang terkesan futuristik ini dibuat agar menyesuaikan dengan pasar internasional dan selera pasar yang berlaku saat ini. Eko mencontohkan film-film futuristik ini, misalnya Star Wars, bakal bisa dikenang bahkan masih relevan bila dinikmati 10 tahun mendatang. "Kita harus membuat film yang bisa dibanggakan. Tidak hanya menonton Upin Ipin saja dari negeri tetangga," jelasnya.

Salah satu tujuan ekspor film animasi tersebut adlah Vietnam. Di negara tersebut, sebuah stasiun televisi sudah siap menayangkan 26 episode Dufan Defender.

Inilah tokoh The Defender dan The Destroyer

"Dufan the Defender" ini menyertakan lima karakter The Defender yang berperan sebagai protagonis atau tokh yang baik dan tiga karakter yang berperan sebagai antagonis atau karakter yang jahat.
Semua karakter tersebut. merupakan karakter hewan-hewan langka yang ada di Indonesia. Harapannya, dengan adanya film ini juga bisa mengenalkan hewan-hewan langka di Indonesia kepada dunia.
Selain itu, karakter-karakter dalam film ini juga mencerminkan perilaku-perilaku anak bangsa yang baik yang positif maupaun yang negatif. Tapi pesan Eko, film ini akan mengedepankan keberanian dalam menghadapi sesuatu.
"Di sisi bukan mengajarkan kekerasan, tapi perjuangan," kata pimpinan Dreamlight itu lagi.

Rol The Defender

Dufan
Bekantan (kera Kalimantan) yang menjadi maskot Dufan ini menjadi pemimpin yang heroik.

Kabul
Karakter katak ini pandai bermain games, bagus dalam strategi bertempur, namun memiliki karakter penakut dan tidak percaya diri.

Cili
Kancil ini pandai mengutak-atik mesin. Sebagao karakter perempuan yang tangguh, Cili sedikit tomboy tapi tetap cerdas.

Garin (Garuda Indonesia)
Dia adalah pemimpin Defender yang menyatukan Dufan, Kabul, dan Cili saat The Destroyer berusaha menyerang bumi.

Mimion
Makhluk mungil yang menemani Cili. Sifatnya cerdas dan setia.

Tokoh The Destroyer

Bije
Dia adalah pemimpin utama The Destroyer.

Kombi
Komodo yang menjadi anak buah Bije. Dia berperilaku setia kepada pimpinannya, namun masih kekanak-kanakan. Paling tidak suka disalahkan dan suka mencari-cari kesalahan orang lain.

Barus
Karakter babi hutan dengan sifat paling rakus.

Dufan teh Defender adalah animasi petualangan luar angkasa pertama di Indonesia yang menggunakan karakter Dufan sebagai tokoh utmanya.

Story Line Dufan the Defender

Pada zaman dulu ada seorang makhluk bernama Bije, dari planet di sebuah galaksi yang jauh. Ia ingin menguasai bumi. Planet-planet yang mengandung sumber daya alam yang subur ingin dikuasainya dan penduduknya akan dijadikan pengikut.
Bersama teman-temannya, yaitu Barus dan Kombi, Bije menjelajahi alam semesta untuk mencari planet-planet yang akan dijadikan wilayah kekuasaan. Saat melintas di atas galaksi bumi, Bije melihat adanya sumber alam melimpah yang terkandund di dalamnya. Bije mengemudikan pesawat induk The Destroyer menuju ke bumi. Bije kemudian menyuruh Barus dan Kombi untuk mulai menguasai bumi dengan meluncurkan pesawat-pesawat Squidfighter. Sementara itu, di sebuah pulau di bumi, Garin yang mendapat tanda akan kedatangan The Destroyer, segera beraksi mencari teman yang akan diajaknya menjadi pembela bumi.
Dalam pencariannya ke seluruh penjuru bumi, Garin bertemu dengan Dufan dan Kbul. Bukan hanya dilatih keahlian beladiri saja tapi mereka juga dibekali senjata. Dufan mendapat double hand saber, sedangkan Kabul mendapat senjata pistol laser dan boomerang ball. Tidak hanya itu, Dufan dan Kabul juga dibekali pesawat tempur canggih Spaceship Defender. Terbentuklah pejuang pembela bumi, Earth Defender.
Maka dimulailah kisah perjuangan Dufan Defender untuk menyelamatkan jagad raya dari serangan Bije dan The Destroyer.

Budi Karya Sumardi
"Ini Masa Depan Industri Kreatif Indonesia"

"Anak-anak itu mengerti bahwa sebagai manusia, sebagai orang yang punya Tanah Air. Sebagai orang yang punya kumpulan komunitas, itu harus mempertahankan diri, harus ada proses survival. Cerita ini yang kita ambil intinya.
Jadi ada beberapa. Nanti dia survival tentang Ecgo, tentang makanan. Ceritanya adalah heroisme yang dibangkitkan pada anak-anak. Jadi tidak ada kekerasan di sini. Justru mereka yang laki-laki tambah berani, yang cewek juga tambah berani," kata Budi Karya Sumardi selaku Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk di Jakarta, Maret lalu.
Kisah perjuangan Dufan Defender untuk menyelamatkan jagad raya dari serangan dab tipu muslihat Bije dan The Destroyer ini terdiri atas karakter Earth Defender, yakni Dufan, Kabul, Cili, Garin, Mimion. Sedangkan untuk The Destroyer terdiri dari Bije, Kombi dan Barus. Seluruh karakter di film Indonesia ini terinspirasi dari satwa asli Indonesia.
"Saya yakin dengan komitmen kita ramai-ramai di sini dan komitmen parakreator ini mereka digaji pas-pasan juga mau. Karena demi masa depan, masa depan industri kreatif Indonesia," ujar Budi.


  Trend
  History
  Production House
  Focus
  TV Program
  Rating
  Book
  Tekno
  Serial
  Mini News
  Education
  Classic
  Movie